
Melanjutkan komitmen yang telah berjalan selama ini dalam bidang keselamatan pelayaran di Selat Malaka dan Singapura yang sangat vital, pada tanggal 1 Oktober 2004 Malacca Straits Council (MSC) - Jepang secara melaksanakan serah terima sebuah kapal buoy tender baru yang diberi nama KN. Jadayat kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk membantu penyelenggaraan keselamatan pelayaran di Selat Malaka dan Selat Singapura. Upacara Serah Terima berlangsung di Batam.
MSC didukung oleh Nippon Foundation, sebuah yayasan nirlaba dari Jepang yang sepenuhnya menanggung biaya Pembuatan kapal sebesar S$ 13.200.000,-
Serah terima KN. Jadayat ke Indonesia merupakan upaya terbaru yang dilakukan oleh Nippon Foundation dalam rangka membantu pemeliharaan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) yang sangat penting bagi keselamatan pelayaran internasional yang melintas di perairan dangkal dan padat dari Selat Malaka dan Selat Singapura.
KN Jadayat secara resmi diserahterimakan oleh MSC kepada Pemerintah Republik Indonesia yang diwakili oleh Menteri Perhubungan Agum Gumelar di Batam pada hari Jumat. Dalam pidatonya di acara serah terima tersebut, Agum Gumelar menyatakan bahwa Indonesia sangat memperhatikan masalah keselamatan pelayaran di kawasan selat walaupun keadaan ekonomi negara sedang mengalami masa sulit.
KN. Jadayat akan berpangkalan pada Distrik Navigasi Tanjung Pinang tepatnya di Pelabuhan Kijang di Pulau Bintan dan akan ditugaskan di wilayah perairan propinsi Riau yang merupakan bagian dari Selat Malaka dan Selat Singapura. Pada tahun sebelumnya MSC menghibahkan kapal sejenis kepada Malaysia. Pihak Nippon Foundation menyatakan dalam sambutannya “Secara bersama-sama kedua negara pantai ini akan memiliki kapasitas yang lebih besar dalam melaksanakan pemeliharaan SBNP yang terdapat di Selat Malaka dan Selat Singapura”. Nippon Foundation menjalin kerjasama dengan Indonesia, Malaysia dan Singapura melalui MSC.
Nippon Maritime Center dari Singapura mengatakan “Fasilitas perawatan terapung KN. Jadayat menjadi symbol kerjasama yang lebih erat di masa mendatang antara Indonesia dan Jepang.
Selat Malaka dan Selat Singapura merupakan rute kunci perdagangan ke Jepang dimana lebih dari 80% impor minyak Jepang dikirim melalui jalur pelayaran padat tersebut.
Peranan KN. Jadayat dalam rangka menjamin keselamatan pelayaran di kedua selat adalah melalui dukungan pemeliharaan terhadap 30 unit Pelampung Suar yang terdapat di Selat Malaka dan Selat Singapura yang merupakan salah satu alur pelayaran tersibuk di dunia.
SUMBER : todayonline.com, Marcus Hand ‘Lloydslist.com, Donald Urquhart Editor : Raymond – Jan ‘05. |